MARAKNYA LEGAL LOGING DAN ILEGAL LOGING DI ACEH

05.26


MARAKNYA LEGAL LOGING DAN ILEGAL LOGING DI ACEH

Oleh :  Muhammad Syuhada 
IMG_0763.jpg
Kerusakan lingkungan akibat ulah tangan manusia yang tidak bertangung jawab, dan  peran pemerintah dalam menindak tegas para pelaku ilegal dan legal loging dan kerusakan lingkungan akibat pembukaaan HGU ( Hak Guna Usaha ) yang dilakukan oleh perusahaan.

Dan untuk itu pemerintah perlu melakukan regulasi terkait lingkungan hidup yang di lakukan oleh korporasi dan juga oleh manusia, dan pemerintah perlu melakukan selektif memberikan izin terhadap perusahaan yang mengeksploitasi SDA.
  
Contoh kasus yang terjadi baru-baru ini seperti halnya yang terjadi di wilayah singkil baru-baru ini yaitu banjir bandang. Dan itu penyebabnya adalah diakibatkan oleh ilegal loging dan legal loging yang dilakukan dihutan wilayah tersebut.


Ilegal Loging

Illegal Logging menurut UU No 41/1999 tentang Kehutanan adalah perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh setiap orang/kelompok orang atau badan hukum dalam bidang kehutanan dan perdagangan hasil hutan berupa; menebang atau memungut hasil hutan kayu (HHK) dari kawasan hutan tanpa izin, menerima atau membeli HHK yang diduga dipungut secara tidak sah, serta mengangkut atau memiliki HHK yang tidak dilengkapi Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH).


Faktor-faktor Penyebab Illegal Logging

Adapun faktor penyebab pembalakan liar adalah pembalakan untuk mendapatkan kayu dan alih fungsi lahan untuk kegunaan lain, seperti perkebunan, pertanian dan pemukiman. Seiring berjalannya waktu pertambahan penduduk dari hari ke hari semakin pesat sehingga menyebabkan tekanan kebutuhan akan tempat tinggal, pohon-pohon ditebang untuk dijadikan tempat tinggal ataupun dijadikan lahan pertanian.

Di dalam Al-Qur’an sudah ada ayat yang menjelaskan tentang perusakan lingkungan hidup yaitu : “telah terjadi dampak kerusakan malapetaka didarat dan dilautan karna perbuatan tangan manusia, supaya Allah akan merasakan kepada mereka sebagian akibat tindakan mereka agar mereka kembali kejalan yang benar”(QS : Ar-Ruum : 41).

Perlunya melakukan penghijauan untuk melestarikan hutan dan jangan sampai manusia melakukan penebangan hutan tidak selektif dan jangan menebang sepuluh pohon sedangkan menanampohon hanya satu. Dengan menanam satu pohon saja kita dapat mengurangi bencana ekologi yaitu bencana kekeringan dan banjir yang berkepanjangan.






Mahasiswa Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Fakultas Hukum
Mahasiswa Basri Daham Jurnalism Institute.

You Might Also Like

0 komentar

Beri Komentar!